Pagi yang cerah,, saat matahari mulai terbit di ufuk timur,,, dan bercahaya dengan lembutnya di pagi ini,,
Bunga - bunga mulai bermekaran menghadap Sang Surya,,, seakan mereka berebut perhatian para kumbang dan lebah agar madu mereka bisa di hisap dan bermanfaat bagi banyak orang,,,
Dan tentu saja, kokok si ayam jago terdengar nyaring membangunkan semua makhluk hidup yang masih larut dalam mimpi indahnya hari ini,,,,
Hal itu dirasakan oleh semua makhluk hidup,, tidak terkecuali si Burung Bangau,,,
Burung Bangau terbangun dengan mata yag sembab oleh derasnya air mata yang bercucuran semalam,,,
Entah kenapa beberapa hari ini, si Bangau putih nan cantik yang biasanya terbangun dengan wajah penuh keceriaan dan senyuman,, mendadak menjadi murung dan sedih,,
Lalu bertanyalah si Jalak kepadanya "Hay Bangau,, kau putih dan cantik,, biasanya kau terbangun dengan senyum hangat dan ceria,,, mengapa akhir - akhir ini justru wajar murung dan sedih yang hadir di wajahmu? Ada apa gerangan denganmu Bangau?"
Dan kemudian si Bangau pun berkata "entahlah Jalak, hati ku terasa kacau,, seperti tercampur aduk, aku tidak berhenti menangis sepanjang malam akhir - akhir ini, rasanya aku merasakan sedih yang teramat dalam."
"Kalau boleh aku tau, apa yang membuatmu merasa sedemikian sedihnya Bangau?" kata Jalak.
"Aku merasa ada sisi kosong dalam diri ku,,, aku merasa ada yang hilang dan kurang,, tapi aku tidak tau apa sisi yang kosong itu."
"Aku heran dengan mu Bangau,,, mengapa bisa kamu tiba - tiba merasakan ada sisi kosong di dalam dirimu? padahal tidak ada alasan untuk dirimu merasakan kekurangan, kau sudah mendapatkan segalanya dalam dirimu lebih dari cukup,, mengapa bisa kau tiba - tiba merasakan kekosongan yang begitu dalam di dirimu?" seru Jalak
Lalu Bangau pun merenungkan sejenak apa yang di katakan Jalak.
Bangau tahu, bahwa masih ada yang kosong di dalam dirinya, namun jika dia merenungi apa kata Jalak, hidupnya sudah sempurna, dia cantik dan menawan, cerdas dan disukai oleh banyak kawan - kawannya, namun Bangau tetap memikirkan apa yang kosong dalam hidupnya.
Pada suatu hari, Bangau berjalan - jalan sendiri di taman yang luas dan hijau, kemudian dia berhenti dan duduk di tepi danau untuk melihat di sekelilingnya.
Dia melihat ada sepasang kelinci yang meloncat bersama, ada sepasang merpati yang bertengger di atas ranting pohon sambil berceloteh mesra, lalu ada sepasang rusa berjalan bergandengan di sepanjang tepian danau.
Sementara Bangau hanya duduk sendiri di tepi danau tanpa ada yang menemaninya.
Lalu Bangau bertanya di dalam hatinya pada Tuhan, "Ya Tuhan, betapa bahagianya mereka, mereka saling mengisi dalam hidupnya, namun aku, hanya duduk sendiri disini dan menatapi permukaan danau dingin yang tak berubah hangat padaku,apakah ini pertanda dari segala kehampaan diriku?"
Lalu di malam harinya, Bangau pun mulai berdoa pada Tuhan, mengadukan keluh kesah hatinya.
"Ya Tuhan, telah lama tak ku untai ribuan tasbih ini kepadaMu, mungkin aku tidak menyadari kekosongan hati ku selama ini, namun ternyata Kau sadarkan aku dengan caraMu, terima kasih banyak Ya Tuhan."
"Tuhan, kalau aku boleh meminta kepadaMu, ijinkan aku mengisi sisi kosong yang ada dalam diriku ini, agar tidak kurasakan lagi kehampaan dalam diri. Ijinkan aku seperti sepasang kelinci yang melompat bersama penuh kasih dan sayang, seperti sepasang merpati yang bertengger sambil berceloteh mesra dengan kekasihnya, dan seperti sepasang rusa yang bergandengan tangan menyusuri tepian danau, aku ingin merasakan hal yang sama seperti mereka Ya Tuhan, ku untai tasbih ku padaMu di malam ini, sebagai tanda berserah diri ku padaMu."
Bermalam - malam Bangau terus saja menguntai tasbihnya butir demi butir.
Sampai pada suatu ketika, si Bangau bertemu dengan Merah Hijau. Bangau kagum sekali melihat Merak Hijau, walaupun dia tahu, terkadang si Merak selalu menebarkan pesonanya untuk memikat burung lain. Namun pada saat itu si Bangau hanya mengatakan, aku kagum padamu Merak.
Seiring berjalannya waktu dan mereka sering bertemu, si Bangau tetap menguntai tasbihnya malam demi malam. Hal ini membuat Merak Hijau tertarik kepada Bangau. Merak mulai mencari cara untuk mendekati si Bangau. Sampai pada akhirnya Merak pun berkata "Bangau, kau cantik dan lembut, seiring berjalannya waktu, aku mulai mencintaimu, maukah kau menjadi pasanganku untuk hari ini, esok dan di masa yang akan datang?"
Bangau terkejut bukan kepalang, karena baginya, saat itu dia hanya mengagumi si Merak, tidak lebih.
Namun ada suara di hati kecil Bangau yang mengatakan, "jangan katakan tidak Bangau, tapi katakan, iya, aku mau." Dan akhirnya Bangau pun menuruti kata hatinya, dan bersedia mendampingi si Merak Hijau.
Suatu ketika, Merak datang kepada Bangau lalu mulai memeluk Bangau dengan eratnya. Bangau bingung apa yang terjadi pada Merak kekasihnya. Dia hanya bisa terdiam dan tidak berkata apa - apa.
Lalu setelah Merak mulai tenang, Bangau memberanikan diri untuk bertanya.
"Merak kekasihku, apa yang terjadi padamu? Mengapa kau peluk aku dengan begitu erat sambil meneteskan air mata mu? Apa ada yang salah?" Tanya Bangau
Merak pun berkata "Kasih ku Bangau, tidak ada yang salah, hanya saja aku merasa tidak berarti saat ini, untuk diriku sendiri dan untukmu, aku merasa tidak berdaya dan rapuh terhadap semua keadaan."
"Merak, mengapa kau hina dirimu serendah itu?"
"Entahlah Bangau, aku hanya takut akan kehilangan dirimu yang begitu berarti untukku, kamu tahu banyak kekurangan yang kumiliki, oleh karena itu, aku takut kamu akan meninggalkan ku karena segala kelemahan dan kekurangan ku."
"Merak ku, sama sekali tidak ada rasa ingin meninggalkan mu pernah terlintas di benak ku, aku mencintaimu dengan sangat ikhlas, aku tahu ekormu tak seindah burung Merak lainnya, tapi bagiku, kau tetap yang terindah."
"Merak, aku mencintaimu karena ribuan tasbih yang telah kuuntai kepada Tuhan siang dan malam, maka pada akhirnya kita dapat bertemu di taman cantik dan indah di depan hamparan danau yang berkaca."
"Hati ku ikhlas menerima dirimu, walau bagaimanapun keadaan mu, kekurangan mu,, bagiku kau tetap yang paling baik dan tampan di atara Merak Hijau yang lain. Kau bukan pesolek yang hanya memamerkan ekor panjangmu yang indah, tapi kau Merak yang mampu mengilhami yang lainnya. Merak yang tidak hanya ingin menjadi indah sendiri, namun membuat makhluk lain menjadi indah, kau lebih terlihat seperti pahlawan di mataku, walaupun kau diselimuti oleh ribuan bulu halus nan menawan."
"Jangan lagi kau berpikir seperti itu kasih ku. Aku tidak akan meninggalkanmu. Karena Tuhan yang mendengar dan menguntai ribuan tasbih yang telah aku persembahkan. Mencintaimu, sungguh hal teristimewa bagi ku, yang tak akan mungkin aku lupakan. Yang aku inginkan, hanya kau tetap berusaha menjadi Merak Hijau yang pernah kukenal, yang mencintai ku apa adanya, dan tetap berjuang untuk dirimu dan makhluk lain di sekitarmu. Hanya itu harapan ku, agar pada suatu hari nanti, akan tumbuh Merak - Merak Hijau kecil yang lebih tangguh dari pada dirimu yang sekarang. Sungguh aku mencintai mu dengan penuh ketulusan dan keikhlasan Merak, kekasihku."
Mendegar perkataan Bangau, si Merak merasa terharu sekali. Dia terharu pada besarnya cinta Bangau pada dirinya, dan bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi seluruh makhluk yang di kasihi dan dicintainya. Lalu, Merak pun mendaratkan kecupan di kening Bangau dan memeluk Bangau dengan erat sekali lagi dan berkata, aku akan berbuat yang terbaik untuk mu Bangau kekasihku. Akan ku untai ribuan tasbih cinta kita kepada Tuhan.
Flow
Sabtu, 14 Mei 2011
Jumat, 04 Maret 2011
Mendung Harapan di Kala Pagi
Dahulu seperti langit kelam yang menyelimuti bumi yang sesak ini
Mendung bergelayut di kaki - kaki langit,, menahan beban untuk melangkah,,,
Burung - burung pun enggan untuk berkicau,,, bahkan menyapa Sang Mentari pagi,,
Ah,, mendung tak berkesudahan ini,, semakin memudarkan semangat pagi yang datang di hari ini,,
Tapi,, mendung seperti itu tak datang lagi di pagi hari ini,,,
Mendung yang datang di hari ini,, adalah mendung bahagia untuk hari ini, hingga 1000 tahun lagi,,
Kasih,, andai kau tau betapa hati ini merindukan masa-masa akan hadirnya mendung seperti ini,,,
Entah sudah berapa banyak lelehan air mata yang berlinang,, demi menuju muara kebahagiaan,,
Ribuan untaian tasbih ku ucapkan,, di kala malam menjemput,, dengan kabut yang turut menyelimuti,,,
Ku untai kembali jutaan tasbih di kala siang datang dengan cerahnya mentari,,,
Dan kini,, kurajut helai demi helai,, butir demi butir tasbih untuk mu yang terkasih,,
Duhai senja yang akan datang menghampiri hari ini,,,
Titip salam rindu ku,,, kepada kekasih pujaan,,,
Titip doa harapan ku pada Tuhan Maha Kasih,,,
Sampaikan padanya betapa aku mensyukuri karunia-Nya,,
Terima Kasih Tuhan,, Terima kasih yang teramat dalam ku ucapkan pada-Mu
Kini,, ijinkan aku mengutai kembali ribuan tasbih kepada-Mu,,,
Ribuan tasbih sebagai pengharapan ku dan dia,,
Mendung bergelayut di kaki - kaki langit,, menahan beban untuk melangkah,,,
Burung - burung pun enggan untuk berkicau,,, bahkan menyapa Sang Mentari pagi,,
Ah,, mendung tak berkesudahan ini,, semakin memudarkan semangat pagi yang datang di hari ini,,
Tapi,, mendung seperti itu tak datang lagi di pagi hari ini,,,
Mendung yang datang di hari ini,, adalah mendung bahagia untuk hari ini, hingga 1000 tahun lagi,,
Kasih,, andai kau tau betapa hati ini merindukan masa-masa akan hadirnya mendung seperti ini,,,
Entah sudah berapa banyak lelehan air mata yang berlinang,, demi menuju muara kebahagiaan,,
Ribuan untaian tasbih ku ucapkan,, di kala malam menjemput,, dengan kabut yang turut menyelimuti,,,
Ku untai kembali jutaan tasbih di kala siang datang dengan cerahnya mentari,,,
Dan kini,, kurajut helai demi helai,, butir demi butir tasbih untuk mu yang terkasih,,
Duhai senja yang akan datang menghampiri hari ini,,,
Titip salam rindu ku,,, kepada kekasih pujaan,,,
Titip doa harapan ku pada Tuhan Maha Kasih,,,
Sampaikan padanya betapa aku mensyukuri karunia-Nya,,
Terima Kasih Tuhan,, Terima kasih yang teramat dalam ku ucapkan pada-Mu
Kini,, ijinkan aku mengutai kembali ribuan tasbih kepada-Mu,,,
Ribuan tasbih sebagai pengharapan ku dan dia,,
Rabu, 02 Februari 2011
Cerita Kesabaran dan Kebaikan Air,,,,,,,,
Air adalah sumber kehidupan yang paling di butuhkan bagi setiap manusia,,
hampir seluruh permukaan bumi ini di tutupi oleh air,,, dan manusia lebih dapat mengendalikan rasa lapar,, di banding rasa hausnya,,,,,
tap bukan masalah itu yang akan saya tulis di sini kawan2,, ini kisah tentang air yang bertanya mengenai perjalanannya yang selalu mengikuti alur dan tempat di manapun dia berada,,,,,
suatu hari, air yang baru saja keluar dari mata air paling tinggi di puncak gunung ragu untuk turun ke bawah,, kemudian,, entah apa yang di pikirkan oleh si Air,,,,, lalu,,, pohon bertanya pada air,,,
"Hei,, air, mengapa kali ini kau ragu untuk turun ke bawah sana??? apa kau tidak ingin seperti saudara2 mu yang lain yang sudah lebih dahulu sampai di bawah sana dan mengalir ke sungai2 bahkan ke laut yang luas sana",,
lalu Si Air pun menjawab,,, Pohon, bukan aku tidak mau turun ke bawah sana seperti saudara2 ku yang lain yang sudah lebih dulu turun, tapi, aku berpikir, untuk apa aku turun ke sana,, jika suatu saat nanti aku akhirnya bermuara ke laut lepas sana,, dan aku akan menguap ketika panas,, dan turun lagi menyirami bumi sebagai air hujan,,, apa tidak lebih baik aku diam saja di sini menunggu orang2 yang membutuhkan aku datang ke tempat ini"
Pohon pun menjawab,,, "tidak begitu air,, jika kau berdiam diri terus di sini,, kasihan orang2 di bawah sana yang membutuhkan mu, mereka pasti akan kesulitan mendapatkan air bersih,, dan akhirnya, mereka bisa kekurangan cairan dan meninggal karena kehausan,, apa kau tegas dengan keadaan mereka semua?"
Air berkata "tidak pohon,, bukan begitu,, aku bukan bersikap egois,, tetapi aku hanya berpendapat,,, untuk apa aku repot2 turun ke bawah sana dan akhirnya akan kembali lahir sebagai air hujan,,,,, akan lebih baik mereka yang membutuhkan ku langsung datang ke hadapan ku"
Pohon pun berkata " air,, kasihanilah saudara2 ku di bawah sana,, pohon2 di bawah sana sangat membutuhkan diri mu, jika kau tidak mau turun,,, maka saudara2 ku sesama pohon akan menderita kekeringan,, tolong,, kasihanilah saudara2 ku di bawah sana air,, "
Air tetap saja ingin mempertahankan argumennya,, namun saat itu juga,, pohon pun berkata,,,
"Air,, kau memang berasal dari tempat yang tinggi di gunung ini,, tetapi tetap,, kau harus turun untuk makhluk hidu lain yang membutuhkan mu,,, terutama si Batu,, dia amat sangat membutuhkan mu air, di saat kau lahir kembali menjadi air hujan,, maka si Batu lah yang dengan senang hati dan penuh keramahan untuk menyapa mu"
Air berkata " benarkan begitu pohon?? apakah batu itu merindukan kedatangan ku???
"iya air, betul sekali,,, batu2 di bawah sana memerlukan dirimu untuk melubanginnya agar tidak keras lagi,,, tapi batu tidak suka dengan cara lain,,, dia hanya menginginkan dirimu yang melubangi dirinya yang keras"
"Batu keras, dan tidak suka jika di lubangi dengan cara yang keras,, dia ingin kelembutan yang dapat melubangi dirinya,, tidak dengan paksaan tapi dengan kelembutan"
Air berkata lagi pada pohon "benarkan begitu pohon?? berapa lama waktu yang aku butuhkan agar batu dapat berlubang tanpa aku harus menyakiti dirinya???" pohon pun menjawab "itu tergantung pada seberapa besar dan kerasnya sang batu, dan tergantung kesabaran mu jg air,, untuk terus menerus menetes di atas batu secara perlahan dan tidak menyakitinya"
Akhirnya setelah air memikirkan semua perkataan dari pohon, air pun berkata,, baiklah pohon,, aku akan turun ke bawah,, dan akan lahir kembali sebagai air hujan,,, demi saudara2 mu dan orang2 yang membutuhkan aku,, lalu,,, saat aku sudah menjadi air hujan pula,, akan aku cari sebuah bongkahan batu yang besar dan akan terus menerus kutetesi dia dengan diriku ini,,, sampai pada akhirnya,, dia akan berlubang dengan sendirinya tanpa aku harus menyakitinya,, aku akan bersabar dengan semua proses itu pohon",,,,
hampir seluruh permukaan bumi ini di tutupi oleh air,,, dan manusia lebih dapat mengendalikan rasa lapar,, di banding rasa hausnya,,,,,
tap bukan masalah itu yang akan saya tulis di sini kawan2,, ini kisah tentang air yang bertanya mengenai perjalanannya yang selalu mengikuti alur dan tempat di manapun dia berada,,,,,
suatu hari, air yang baru saja keluar dari mata air paling tinggi di puncak gunung ragu untuk turun ke bawah,, kemudian,, entah apa yang di pikirkan oleh si Air,,,,, lalu,,, pohon bertanya pada air,,,
"Hei,, air, mengapa kali ini kau ragu untuk turun ke bawah sana??? apa kau tidak ingin seperti saudara2 mu yang lain yang sudah lebih dahulu sampai di bawah sana dan mengalir ke sungai2 bahkan ke laut yang luas sana",,
lalu Si Air pun menjawab,,, Pohon, bukan aku tidak mau turun ke bawah sana seperti saudara2 ku yang lain yang sudah lebih dulu turun, tapi, aku berpikir, untuk apa aku turun ke sana,, jika suatu saat nanti aku akhirnya bermuara ke laut lepas sana,, dan aku akan menguap ketika panas,, dan turun lagi menyirami bumi sebagai air hujan,,, apa tidak lebih baik aku diam saja di sini menunggu orang2 yang membutuhkan aku datang ke tempat ini"
Pohon pun menjawab,,, "tidak begitu air,, jika kau berdiam diri terus di sini,, kasihan orang2 di bawah sana yang membutuhkan mu, mereka pasti akan kesulitan mendapatkan air bersih,, dan akhirnya, mereka bisa kekurangan cairan dan meninggal karena kehausan,, apa kau tegas dengan keadaan mereka semua?"
Air berkata "tidak pohon,, bukan begitu,, aku bukan bersikap egois,, tetapi aku hanya berpendapat,,, untuk apa aku repot2 turun ke bawah sana dan akhirnya akan kembali lahir sebagai air hujan,,,,, akan lebih baik mereka yang membutuhkan ku langsung datang ke hadapan ku"
Pohon pun berkata " air,, kasihanilah saudara2 ku di bawah sana,, pohon2 di bawah sana sangat membutuhkan diri mu, jika kau tidak mau turun,,, maka saudara2 ku sesama pohon akan menderita kekeringan,, tolong,, kasihanilah saudara2 ku di bawah sana air,, "
Air tetap saja ingin mempertahankan argumennya,, namun saat itu juga,, pohon pun berkata,,,
"Air,, kau memang berasal dari tempat yang tinggi di gunung ini,, tetapi tetap,, kau harus turun untuk makhluk hidu lain yang membutuhkan mu,,, terutama si Batu,, dia amat sangat membutuhkan mu air, di saat kau lahir kembali menjadi air hujan,, maka si Batu lah yang dengan senang hati dan penuh keramahan untuk menyapa mu"
Air berkata " benarkan begitu pohon?? apakah batu itu merindukan kedatangan ku???
"iya air, betul sekali,,, batu2 di bawah sana memerlukan dirimu untuk melubanginnya agar tidak keras lagi,,, tapi batu tidak suka dengan cara lain,,, dia hanya menginginkan dirimu yang melubangi dirinya yang keras"
"Batu keras, dan tidak suka jika di lubangi dengan cara yang keras,, dia ingin kelembutan yang dapat melubangi dirinya,, tidak dengan paksaan tapi dengan kelembutan"
Air berkata lagi pada pohon "benarkan begitu pohon?? berapa lama waktu yang aku butuhkan agar batu dapat berlubang tanpa aku harus menyakiti dirinya???" pohon pun menjawab "itu tergantung pada seberapa besar dan kerasnya sang batu, dan tergantung kesabaran mu jg air,, untuk terus menerus menetes di atas batu secara perlahan dan tidak menyakitinya"
Akhirnya setelah air memikirkan semua perkataan dari pohon, air pun berkata,, baiklah pohon,, aku akan turun ke bawah,, dan akan lahir kembali sebagai air hujan,,, demi saudara2 mu dan orang2 yang membutuhkan aku,, lalu,,, saat aku sudah menjadi air hujan pula,, akan aku cari sebuah bongkahan batu yang besar dan akan terus menerus kutetesi dia dengan diriku ini,,, sampai pada akhirnya,, dia akan berlubang dengan sendirinya tanpa aku harus menyakitinya,, aku akan bersabar dengan semua proses itu pohon",,,,
Selasa, 01 Februari 2011
Cinta si Bunga Lili,,,,,,,,,,
Pada awalnya, bunga Lili tak mau berdekatan dengan sang Lebah,, karena takut dengan sengat berbisanya,,, tetapi lebah selalu menggoda dan merayu Bunga Lili agar bunga Lili mau berteman dekat lebah,,,, setelah Bunga Lili terpedaya oleh rayuan sang Lebah,,, bunga Lili benar-benar menyukai lebah dan berharap sang Lebah dapat menenami harinya setiap saat dan selalu ada di saat Bunga Lili sedang kesepian dan butuh teman,,,, Awal hubungan mereka terlihat indah,, walaupun kemudian sang Lebah terlihat sering mengacuhkan Bunga Lili,, tetapi Bunga Lili tetap saja semangat dan yakin kalau sang Lebah akan berubah dan akan lebih menyayangi dan memperhatikan dirinya,,,,,, akhirnya sang Lebah mulai memperhatikan Bunga Liil, Bunga Lili senang karna hal itu,,, tetapi Sang Lebah justru selalu menuntut Bunga Lili,,, tidak boleh ada serangga lain yang menghampiri Bunga Lili,, Kumbang terdahulu yang merupakan kekasih Bunga Lili juga tidak boleh datang mendekat,,,,, padahal Kumbang ini selalu berusaha melindungi Lebah yang sekarang menjadi kekasih dari Bunga Lili,,,, Bunga Lili tidak tahan dengan sifat dan sikap dari Sang Lebah yang tamak dan arogan,,,,,,, Bunga Lili bosan dengan sifat Lebah yang tak pernah berubah,,, tetapi setelah mereka membicarakan masalah ini akhirnya hubungan mereka bisa diselamatkan kembali,,,,,,,, setelah mereka menjalin kembali hubungan yang sudah membaik ini,,,, ternyata sang Lebah terpikat dengan Bunga Mawar yang merupakan cinta pertamanya.
Sang Lebah mulai terpikat dan tergoda lagi dengan Bunga Mawar yang merupakan cinta sebelumnya,,,, Bunga Lili yang kini kekasihnya, tau hal ini akan terjadi,,,, tapi,,, Bunga Lili selalu berusaha agar Sang Lebah tidak jatuh ke dalam pelukan Bunga Mawar,,,, tapi apa daya,,,, Bunga Mawar ternyata memiliki daya tarik yang lebih kuat daripada Bunga Lili,,,,,,,,,, Kemudian bagaimana selanjutnya nasib dari Bunga Lili?????? apa yang harus dilakukan oleh bunga Lili,,, dan apa solusi yang terbaik bagi Bunga Lili??????
Kamis, 27 Januari 2011
Kicauan Ringan Di Tengah Hiruk Pikuk Asap Kereta
Sore hari, di kala Sang Senja mulai meredupkan sinarnya dan bertukar tempat dengan Sang Bulan
Ku dengar riuh rendah celotehan - celotehan hangat dan renyah di tengah hiruk pikuk bising kereta
Tidak peduli apa yang di teriaki oleh para pedagang asongan yang menjajakan dagangan
Atau keluh kesah para petugas stasiun mengenai kondisi negara serta pendapatan mereka yang tidak mencukupi kantong mereka sehingga para istri selalu berteriak "dapur kita kurang ngebul seperti tetangga sebelah"
Atau yang lebih menarik perhatian mata,, banyak dari mereka yang meraba jalan dengan tongkat bernyanyi-nyanyi dengan suara sumbang, mengikuti alur musik dari kaset tape bertabur musik - musik lama,,,,,
Setiap pagi dan sore hari,, ku lihat antrian panjang manusia - manusia yang hendak berburu rupiah demi keluarga
Dan,, akhirnya,, setelah terburu - buru bangun dari tidur dan pergi meninggalkan keluarga,, berjibaku dengan banyak manusia - manusia lain yang memiliki kepentingan yang sama,, akhirnya datanglah Sang Naga Besi panjang yang di tunggu - tunggu kedatangannya.....
Tut,,,, tut,,, tut,,,, bising Si Naga Besi memanggil mereka - mereka yang sudah menunggu dengan sabar kedatangannya,,,,,
Berbondong - bondong mereka berebut tempat agar dapat di angkut Si Naga Besi sampai di tempatnya,,,
Tidak jarang dari mereka yang justru tidak bisa ikut Naga Besi dan akhirnya harus menunggu lagi,,,
Tapi,, itulah perjuangan demi dapur tetap beraktivitas dan demi anak - anak hidup lebih layak,,,
Ini adalah pengorbanan kata mereka biarpun terkadang letih menghampiri dan terucap sedikit keluh kesa,,,
Inilah hiruk pikuk serta kicauan ringan dan renyah di tengah bising kereta,,,
Tak peduli berapa usia mereka,,,, apa profesinya,,, ataupun status sosialnya,,,
Tak peduli juga apa jenis kelamin mereka,,, bahkan sedang hamil atau tidaknya mereka,,,
Semua kicauan ini tidak akan berhenti,,, selama Si Naga Besi tetap setia mengantar mereka menuju tempat berjuang untuk kemakmuran keluarga,,,,,,
Rabu, 17 November 2010
Idul Adha 2010 "Pesta Kurban"
Wuah,,,,,,,,,,,, Rabu, 17 November 2010 akhirnya masuk sudah ke hari raya Idul Adha,,, berarti ini saatnya berpesta kurban,,, hahaha,,, Memang sih bau kambing dimana-mana,,,,
Lebaran Haji kali ini saya merayakannya di rumah saja dengan keluarga,, setelah selesai menjalankan Sholat Idul Adha di Mesjid At-Taqwa 1 Benda Timur 14, Pamulang 2, Tangsel,,, pulang kerumah dan siap2 untuk makan bersama keluarga,,,, Tapi,, kalau keluarga lain menghidangkan ketupat sayur,,,, keluarga saya menghidangkan Soto Ayam,, waw,, mantap kali,, langsung makan dan nambah berkali-kali, (Sedaaaaaaaapppppp),,,,, :)
Mesjid At-Taqwa 1, tempat pemotongan hewan kurban kali ini menampung sekitar 30 ekor Kambing dan 1 ekor Sapi Bali,,,,, kambing - kambing yang di titipan oleh para pemiliknya untuk di kurbankan kondisinya cukup bagus dan besar-besar. Sedangkan untuk sapinya,, wuih,, besarnya bukan main. Sholat Idul Adha di Mesjid ini dimulai pukul 06.30 WIB dan untuk pemotongan hewan kurbannya di mulai sekitar pukul 07.30 WIB oleh panitia penyelenggara kurban 2010. Yang pasti, warga sekitar mesjid At-Taqwa ini menyambut dengan antusias pemotongan hewan kurban ini (banyak yang nunggu jatah daging). Tapi menurut pengakuan bapak-bapak panitianya, hewan-hewan kurban tahun ini jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu yang jumlahnya hampir 40 ekor lebih untuk kambing dan 3 ekor untuk sapi. Tapi walaupun jumlahnya sedikit, daging kurban yang ada di berikan kepada setiap warga sekitar mesjid At-Taqwa 1 yang berhak menerimanya. Semoga Idul Adha tahun ini memberi banyak berkah bagi kita semua terutama ditengah bencana yang ada di Indonesia. Tapi cukup sedih juga lihat kambing kurban saya di sembelih. Saya doakan semoga kambing kurban saya "Si Hitam" dapat menjadi berkah bagi warga sekitar yang membutuhkan dan dapat menjadi kendaraan kami sekeluarga saat melintasi jembatan "Siratall Mustaqim" amien,, :)
Selamat Hari Raya Idul Adha 2010 :)
Hewan Kurban yang akan di kurbankan Di Mesjid At-Taqwa 1, Benda Timur 14, Pamulang 2, Tangerang Selatan
Kambing Saya "Si Hitam" yang tampan dan gagah di saat masih hidup
(bulunya hitam legam)
Si Hitam siap-siap di jagal mari bertakbir
"Allahuakbar allahuakbar allahuakbar Lailahaillah huaallahhu akbar allahuakbar walillahhilham"
Tewas sudah Si Hitam nyawanya di ujung golok tajam
Semoga tenang disana yah Hitam,, semoga dagingmu memberi berkah dan manfaat bagi orang-orang yang membutuhkan,,,,, terima kasih untuk pengorbananmu Hitam,,,
Si Hitam mulai di kuliti,,,,
Hitam bajunya kebuka,,,,, hahaha,,,,,,
Akhirnya lepas juga bulunya yang Hitam dan Legam,,, tinggal dagingnya yang kelihatan,,,
Voila,,, akhirnya si Hitam sudah selesai di kuliti dan tidak berbaju lagi,,,
(suit2,,, ternyata sexy juga dia,,, hahaha,,, )
Atas nama Mama ( Ibu Arneti),, semoga menjadi berkah, amien,,
1 ekor Sapi Bali yang menjadi kurban di Mesjid At-Taqwa 1
Sapi ini mengeluarkan airmata saat melihat kambing-kambing sudah di sembelih dan di kuliti
(mungkin dia udah feelling juga bakal di kurban yah,,,??)
Bapak-bapak panitia Kurban Idul Adha 2010
Mesjid At-Taqwa 1, Benda Timur 14, Pamulang 2, Tangerang Selatan
Kamis, 11 November 2010
Penggalangan Dana Bencana Merapi Jogja dan Tsunami Mentawai KBOM UBL
Sejak 2 minggu yang lalu, Keluarga Besar Organisasi Mahasiswa (KBOM) Universitas Budi Luhur mengadakan penggalangan dana yang di peruntukan bagi korban bencana alam Merapi di Jogja dan Tsunami di Mentawai. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama seluruh Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bernanung dalam KBOM Universitas Budi Luhur.
Penggalangan dana yang dilakukan yaitu mencari dana dari para pengguna angkutan bis kota dan di sepanjang jalan di depan kampus Budi Luhur. Jumlah total dana yang terkumpul sampai dengan hari ini menunjukan angka yang cukup memuskan. Total dana yang terkumpul sebesar Rp. 20.949.300. Selain bantuan berbentuk uang, ada juga bantuan yang terkumpul berupa pakaian-pakaian layak pakai yang jumlahnya sudah berkarung-karung dan sangat banyak.
Banyak kegiatan dan cara-cara yang dilakukan oleh mahasiswa UBL untuk mendapatkan dana bantuan sebanyak-banyaknya dari setiap orang. Seperti dengan masuk kedalam bis-bis kota, ataupun melaluin acara musik yang bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat sehingga banyak masyarakat yang memberikan sumbagan dan bantuannya kepada korban bencana.
Posko ini terletak di depan Universitas Budi Luhur dan mulai buka pukul 09.00 sampai 20.00 WIB. Semua KBOM yang ada di Universitas Budi Luhur turu andil dalam pengumpulan dana bencana yang di koordinasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Budi Luhur. Selain itu, beberapa rekan-rekan dari Universitas Budi Luhur mulai dari Makopala sampai anggota BEM ada pula yang langusugn terjun ke tempat bencana yaitu Merapi Jogja. Para relawan ini akan berangkat pada Kamis, 11 November 2010 sekitar pukul 16.00 yang akan dilepas oleh pihak kampus dan akan membantu kelancaran pemberian bantuan selama beberapa di Merapi. Semoga saja bantuan yang di berikan ini dapat berguna dan dapat membantu masyarakat-masyarakat yang tertimpa musibah di Merapi maupun di Mentawai.
Posko Penggalangan Dana
Bencana Merapi di Yogyakarta dan Tsunami Mentawai
Universitas Budi Luhur
Salah satu kegiatan Penggalangan dana yaitu dengan menampilkan acara musik oleh
Komunitas Musik Mahasiswa (KMM)
Posko Penggalangan Dana yang tetap buka sampai malam hari
Langganan:
Postingan (Atom)




























