Tulisan kali ini mengulas perjalanan dan pengalaman saya selama di Makassar dalam menikmati kuliner khas dari kota tersebut. Sekedar berbagi cerita, saya bukan orang yang sangat menyukai daging, tapi begitu sampai di Makassar, saya jatuh cinta pada masakannya. Yang saya suka dari masakan khas Makassar ini adalah rasa rempah - rempahnya yang sangat kuat, dalam masakan sangat berani dengan bumbu, rata - rata makanannya di sajikan dalam keadaan panas dan berkuah sehingga cocok bila disandingkan dengan sepiring nasi hangat dan sambal. Nikmaaaaat sekali. Masih banyak makanan yang belum saya cicipi dari kota ini seperti Sop Konro, Konro Bakar, Kapurung, Pallu Kaloa, Pallu Mara dan lain - lain. Untuk pengalaman pertama saya ke Makassar kali ini, ada beberapa kuliner yang saya cicipi seperti Coto Makassar, Pallu Basa, Sop Sodara, Es Pallu Butung, Pisang Epe (berkali - kali makan Pisang Epe sampai bosan), Mie Titie, Nasi Kuning yang selalu jadi sarapan pagi, Songkolo, dan masakan buatan teman saya sendiri yaitu Andi Siti Meriem (biasa di panggil Etho) yang memasak Barobo di hari terakhir kepulangan saya dan teman - teman. Let see perjalanan wisata kuliner saya yah,,,,
Sekian liputan dan tulisan saya mengenai pengalaman wisata kuliner saya selama berada di Makassar. Sebenarnya saya juga mencicipi Es Pisang Ijo, Bakso Sentosa dan berbagai kuliner lainnya. Tapi biasa, namanya juga manusia yang sering lupa karena terlalu menikmati makanan, jadi hanya beberapa saja yang bisa saya tampilkan disini. Semoga bisa jadi inspirasi bagi teman - teman yang membaca dan bisa jadi rekomendasi bagi teman - teman yang akan berliburan ke Makassar. Sampai bertemu lagi pada liputan saya mengenai wisata kuliner saya selanjutnya.
Flow
Minggu, 08 Januari 2012
Sabtu, 07 Januari 2012
Explore South Sulawesi Des 2012 (Part Makassar, Maros dan sekitarnya)
Kembali lagi pada cerita saya yang masih seputar Explore South Sulawesi pada Desember yang lalu,,, Kalau kemarin saya bercerita panjang lebar mengenai keindahan dan eksotisme dari Tana Toraja. Sekarang saya ingin mengupas cerita seputar perjalanan saya selama di Makassar dan tempat - tempat lain disekitar Makassar seperti Maros dan Sombaopu. Kalau banyak yang mengatakan bahwa Makassar itu panas, kenyataannya tidak. Karena sekembalinya saya dan teman - teman dari Toraja, Makassar hampir diguyur hujan setiap hari.
Saya, Mba Cici, Irwan, Sigit, Aman dan Acho sempat melakukan perjalanan menuju Taman Nasional Bantimurung - Bulusarung di Kab. Maros, Sulawesi Selatan. Taman Nasional ini sangat terkenal karena menjadi tempat dair banyak kupu - kupu bahkan yang langka sekalipun. Sehingga seorang ilmuwan asing menjuluki kalau Taman Nasional Bantimurung ini adalah The Kingdom of Butterfly. Selain itu, di dalam Taman Nasional ini juga terdapat air terjun, kolam pemandian serta Gua Batu dan Gua Mimpi. Tidak lupa juga penangkaran kupu - kupu yang terkenal di tempat ini. Perjalanan menuju Taman Nasional Bantimurung ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Makassar dengan memakai sepeda motor. Sepanjang perjalanan tidak lupa disuguhi dengan pemandangan alam yang indah, berjejer tebing - tebing batu, lembah dan juga hamparan sawah hijau dan sawah mulai menguning. Disini rumah - rumah penduduknya masih banyak yang berbentuk rumah panggung dan tradisional.
Begitu sampai di Taman Nasional Bantimurung langsung berucap Subhanallah. Tidak menunggu lama langsung masuk kedalam. Dengan membayar tiket masuk seharga Rp10.000 per orang, kita sudah dapat menikmati keindahan Taman Nasional Bantimurung - Bulusarung. Di depan pintu masuknya terdapat patung kupu - kupu besar yang menandakan bahwa disini terdapat penangkaran kupu - kupu. Setelah masuk kedalam, langsung terdengar gemuruh keras air terjun yang terdapat disini. Karena sedang musim hujan, jadi air terjun yang mengalir deras sekali dan warnanya juga sedikit keruh. Perjalanan saya dan teman - teman terus berlanjut masuk ke dalam Taman Nasional ini, dan sampai pada mulut Gua Batu. Dengan ditemani oleh seorang guide, maka saya dan teman - teman mulai perjalanan masuk ke dalam Gua Batu. Gua Batu ini terbentuk dari batuan karst yang unik. Stalaktit dan stalakmit di Gua ini masih terus tumbuh dan berkembang, walaupun untuk mencapai ukuran sekian cm membutuhkan waktu sekitar 60 thn dan jika ujungnya di pegang, maka akan memperlambat proses pertumbuhannya. Tanah licin dan udara lembab serta gelap tidak menghalangi semangat kami semua untuk masuk kedalam dan mengeskplore tempat tersebut. Sampai di mulut gua terdapat batu gendang. Menurut guide, orang yang dulu tinggal di tempat ini selalu membunyikan batu gendang sebagai pertanda bahwa mereka masuk ke dalam rumah. Selain itu terdapat pula tempat bertapa yang digunakan oleh Karaeng Bantimurung. Bertapa oleh masyarakat disebut "anggammala". Disini Karaeng bantimurung bertapa selama 40 hari 40 malam untuk mendapat kesaktian. Beliau merupakan manusia pertama yang menghuni alam Bantimurung. Selanjutnya terdapat pula tempat sholat Karaeng Bantimurung dan sumur yang menjadi tempat wudhu beliau. Selain itu ada juga batu - batu yang menyerupai kaki gajah, akar pohon dan bentuk - bentuk lain yang terjadi karena proses alami.
Di dalam gua juga terdapat batu yang menyerupai monyet sedang duduk. Monyet ini diyakini sebagai monyet yang dulu tinggal di kawasan Taman Nasional ini. Monyet tersebut sebesar manusia dan di beri gelar "Toakala". Tempat Karaeng Bantimurung membersihkan diri sebelum melakukan pertapaan dinamakan sumur jodoh. Banyak masyarakat yang meyakini bahwa sumur ini dapat memudahkan setiap orang mendapatkan jodoh ketika mengunjunginya. Sehingga tidak sedikit orang yang mengunjungi tempat ini untuk dimudahkan dalam urusan jodoh. Goa Batu memiliki kedalaman sekitar 20 meter. Selain itu, ada pengalaman pribadi saya disini. Daeng yang memandu kami mengatakan bahwa menurut kepercayaan orang tua jaman dahulu, jika ada orang yang jatuh di dalam gua ini secara tidak sengaja, maka bagi yang masih sendiri dia akan segera mendapatkan jodoh, sedangkan yang sudah memiliki pasangan akan semakin langgeng dengan pasangannya. Sesaat setelah pemandu mengatakan demikian, saya pun jatuh karena terpeleset di dalam goa baru tersebut. Kompaklah teman - teman saya menggoda bahwa saya akan segera mendapatkan jodoh. Amien,, semoga saja mitos tersebut terealisasi. Hahaha,,,, jatuhnya sih tidak sakit, tapi malunya bukan main. Haduh. Satu hal yang sangat menyedihkan dan membuat saya cukup kesal adalah keindahan gua batu ini tidak di jaga oleh pengunjung yang datang ke tempat ini. Karena banyak sekali coreta di dinding - dinding batu yang terdapat di gua tersebut berisikan nama dan lain - lain. Sungguh perbuatan tidak terpuji, semoga teman - teman yang membaca tulisan saya ini tidak mengikuti perbuatan tersebut. Karena hal tersebut dapat merusak dan menganggu keindahan dari obyek wisata.
Setelah itu perjalanan berlanjut kembali ke Makassar, sebelum sampai saya dan teman - teman sempat singgaj untuk makan di rumah Sigit yang kebetulan rumahnya berada di Maros. Malam itu, dengan menyantap menu sederhana seperti bolu bakar dan telor ceplok, tapi nikmat sekali. Ditambah pemandangan disekitar rumahnya masih alami, di kelilingi oleh sawah dan rumahnya pun berbentuk rumah panggung (jadi ingat kampung halaman). Perjalanan ini kami lakukan pada Sabtu, 31 Desember 2011, bertepatan pada malam tahun baru. Sungguh pengalaman luar biasa. Karena sampai di Makassar sekitar jam 11 malam, maka kamu memutuskan untuk menghabiskan tahun baru sambil bercengkrama bersama di Universitas Hasanuddin saja. Sekaligus menikmati sepinya malam tahun baru. Semoga suatu saat nanti saya bisa kembali mengunjungi Sulawesi Selatan dan menikmati keindahannya. Sebenarnya saya juga ke Akkarena namun tidak lama karena hujan dan pasti ke Pantai Losari. Sayangnya lupa berfoto disana karena terlalu ramai.
Berharap semoga suatu saat nanti saya dapat kembali menjelajah Sulawesi Selatan. banyak daerah yang belum di kunjungi seperti Malino, Bulukumba, Sopeng, Bone dan lain - lain. Pengalaman manis tak terlupakan, melihat keindahan Indonesia lebih dekat. Terima kasih ya Allah atas karunia dan anugerah alam Indonesia yang indah ini, yang kau berikan aku kesempatan untuk menikmatinya. I Love Indonesia :-)
Saya, Mba Cici, Irwan, Sigit, Aman dan Acho sempat melakukan perjalanan menuju Taman Nasional Bantimurung - Bulusarung di Kab. Maros, Sulawesi Selatan. Taman Nasional ini sangat terkenal karena menjadi tempat dair banyak kupu - kupu bahkan yang langka sekalipun. Sehingga seorang ilmuwan asing menjuluki kalau Taman Nasional Bantimurung ini adalah The Kingdom of Butterfly. Selain itu, di dalam Taman Nasional ini juga terdapat air terjun, kolam pemandian serta Gua Batu dan Gua Mimpi. Tidak lupa juga penangkaran kupu - kupu yang terkenal di tempat ini. Perjalanan menuju Taman Nasional Bantimurung ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Makassar dengan memakai sepeda motor. Sepanjang perjalanan tidak lupa disuguhi dengan pemandangan alam yang indah, berjejer tebing - tebing batu, lembah dan juga hamparan sawah hijau dan sawah mulai menguning. Disini rumah - rumah penduduknya masih banyak yang berbentuk rumah panggung dan tradisional.
Begitu sampai di Taman Nasional Bantimurung langsung berucap Subhanallah. Tidak menunggu lama langsung masuk kedalam. Dengan membayar tiket masuk seharga Rp10.000 per orang, kita sudah dapat menikmati keindahan Taman Nasional Bantimurung - Bulusarung. Di depan pintu masuknya terdapat patung kupu - kupu besar yang menandakan bahwa disini terdapat penangkaran kupu - kupu. Setelah masuk kedalam, langsung terdengar gemuruh keras air terjun yang terdapat disini. Karena sedang musim hujan, jadi air terjun yang mengalir deras sekali dan warnanya juga sedikit keruh. Perjalanan saya dan teman - teman terus berlanjut masuk ke dalam Taman Nasional ini, dan sampai pada mulut Gua Batu. Dengan ditemani oleh seorang guide, maka saya dan teman - teman mulai perjalanan masuk ke dalam Gua Batu. Gua Batu ini terbentuk dari batuan karst yang unik. Stalaktit dan stalakmit di Gua ini masih terus tumbuh dan berkembang, walaupun untuk mencapai ukuran sekian cm membutuhkan waktu sekitar 60 thn dan jika ujungnya di pegang, maka akan memperlambat proses pertumbuhannya. Tanah licin dan udara lembab serta gelap tidak menghalangi semangat kami semua untuk masuk kedalam dan mengeskplore tempat tersebut. Sampai di mulut gua terdapat batu gendang. Menurut guide, orang yang dulu tinggal di tempat ini selalu membunyikan batu gendang sebagai pertanda bahwa mereka masuk ke dalam rumah. Selain itu terdapat pula tempat bertapa yang digunakan oleh Karaeng Bantimurung. Bertapa oleh masyarakat disebut "anggammala". Disini Karaeng bantimurung bertapa selama 40 hari 40 malam untuk mendapat kesaktian. Beliau merupakan manusia pertama yang menghuni alam Bantimurung. Selanjutnya terdapat pula tempat sholat Karaeng Bantimurung dan sumur yang menjadi tempat wudhu beliau. Selain itu ada juga batu - batu yang menyerupai kaki gajah, akar pohon dan bentuk - bentuk lain yang terjadi karena proses alami.
Di dalam gua juga terdapat batu yang menyerupai monyet sedang duduk. Monyet ini diyakini sebagai monyet yang dulu tinggal di kawasan Taman Nasional ini. Monyet tersebut sebesar manusia dan di beri gelar "Toakala". Tempat Karaeng Bantimurung membersihkan diri sebelum melakukan pertapaan dinamakan sumur jodoh. Banyak masyarakat yang meyakini bahwa sumur ini dapat memudahkan setiap orang mendapatkan jodoh ketika mengunjunginya. Sehingga tidak sedikit orang yang mengunjungi tempat ini untuk dimudahkan dalam urusan jodoh. Goa Batu memiliki kedalaman sekitar 20 meter. Selain itu, ada pengalaman pribadi saya disini. Daeng yang memandu kami mengatakan bahwa menurut kepercayaan orang tua jaman dahulu, jika ada orang yang jatuh di dalam gua ini secara tidak sengaja, maka bagi yang masih sendiri dia akan segera mendapatkan jodoh, sedangkan yang sudah memiliki pasangan akan semakin langgeng dengan pasangannya. Sesaat setelah pemandu mengatakan demikian, saya pun jatuh karena terpeleset di dalam goa baru tersebut. Kompaklah teman - teman saya menggoda bahwa saya akan segera mendapatkan jodoh. Amien,, semoga saja mitos tersebut terealisasi. Hahaha,,,, jatuhnya sih tidak sakit, tapi malunya bukan main. Haduh. Satu hal yang sangat menyedihkan dan membuat saya cukup kesal adalah keindahan gua batu ini tidak di jaga oleh pengunjung yang datang ke tempat ini. Karena banyak sekali coreta di dinding - dinding batu yang terdapat di gua tersebut berisikan nama dan lain - lain. Sungguh perbuatan tidak terpuji, semoga teman - teman yang membaca tulisan saya ini tidak mengikuti perbuatan tersebut. Karena hal tersebut dapat merusak dan menganggu keindahan dari obyek wisata.
Setelah itu perjalanan berlanjut kembali ke Makassar, sebelum sampai saya dan teman - teman sempat singgaj untuk makan di rumah Sigit yang kebetulan rumahnya berada di Maros. Malam itu, dengan menyantap menu sederhana seperti bolu bakar dan telor ceplok, tapi nikmat sekali. Ditambah pemandangan disekitar rumahnya masih alami, di kelilingi oleh sawah dan rumahnya pun berbentuk rumah panggung (jadi ingat kampung halaman). Perjalanan ini kami lakukan pada Sabtu, 31 Desember 2011, bertepatan pada malam tahun baru. Sungguh pengalaman luar biasa. Karena sampai di Makassar sekitar jam 11 malam, maka kamu memutuskan untuk menghabiskan tahun baru sambil bercengkrama bersama di Universitas Hasanuddin saja. Sekaligus menikmati sepinya malam tahun baru. Semoga suatu saat nanti saya bisa kembali mengunjungi Sulawesi Selatan dan menikmati keindahannya. Sebenarnya saya juga ke Akkarena namun tidak lama karena hujan dan pasti ke Pantai Losari. Sayangnya lupa berfoto disana karena terlalu ramai.
Berharap semoga suatu saat nanti saya dapat kembali menjelajah Sulawesi Selatan. banyak daerah yang belum di kunjungi seperti Malino, Bulukumba, Sopeng, Bone dan lain - lain. Pengalaman manis tak terlupakan, melihat keindahan Indonesia lebih dekat. Terima kasih ya Allah atas karunia dan anugerah alam Indonesia yang indah ini, yang kau berikan aku kesempatan untuk menikmatinya. I Love Indonesia :-)
| Papan Pemberitahuan Mengenai Gua Mimpi yang memiliki legenda mengenai Karaeng Bantimurung dan terdiri dari batuan Karst yang unik. Staklatit yang berada di Gua ini sungguh menakjubkan. |
| Dari kiri ke kana : Mba Cici, Irwan, Aman, Saya dan Sigit. Kami semua siap menjelajah Gua Batu di Taman Nasional Bantimurung - Bulusarung. |
| Inilah dia Stalaktit yang terdapat di dalam Gua Batu, Taman Nasional Bantimurung. |
| Ini dia tempat yang di gunakan oleh Karaeng Bantimurung untuk bertapa selama 40 hari 40 malam untuk menambah kesaktiannya. |
| Tempat sholat yang digunakan oleh Karaeng Bantimurung selama berada di dalam Gua Batu. |
| Batu yang bentuknya menyerupai monyet yang sedang duduk. Menurut masyarakat sekitar ukurannya sebesar manusia dan di beri nama "Toakala" |
| Taman Nasional Bantimurung - Bulusarung, Kab. Maros. Sulawesi Selatan. Sabtu, 31 Desember 2011 |
Jumat, 06 Januari 2012
Explore South Sulawesi Des 2012 (Part Toraja 23 - 27 Dec 2011)
Sudah lama tidak memblogging sebuah tulisan,,,,
Saat ini saya ingin berbagi cerita mengenai pengalaman baru saya menjelajah ujung Pulau Sulawesi Desember lalu,,,, let see my story :)
Makassar,,, ibu kota dari Sulawesi Selatan, walaupun kalau di three letter code tiket pesawat lebih di kenal dengan Ujung Pandang. Pertama kali saya menginjakan kaki di tanah Sulawesi dan langsung di sambut dengan hujan besar yang mengguyur seharian. Perjalanan dimulai dari Jakarta, 21 Desember 2011 dengan menaiki Bus menuju Surabaya. Keesokan hari melanjutkan lagi perjalanan dari Surabaya menuju Makassar, 23 Desember 2011 dengan penerbangan pagi. Walaupun masih mengantuk karena jam 6 pagi paling telat sudah harus sampai Bandar Udara Juanda, tapi semangat untuk menuju Makassar. Sampai di Makassar, langsung di jemput Lucky, Devy, Lily dan Indah, walaupun menunggu agak lama. Karena pagi hari perut lapar,, jadi langsung mencoba kuliner unik dari kota ini. Kemudian saya pun mencoba yang namanya Mie Titie yang ada di dekat Unhas. Awalnya sih agak bingung dan aneh liat penampilan Mie Titie. Tapi setelah dicoba, ternyata rasanya enak juga, mungkin karena efek perut yang lapar juga sih.
Setelah itu, seharian di Unhas dan hanya melihat pemandangan hujan yang turun saja. Malamnya saya kembali bersantap Coto Makassar di Paraikate dekat Unhas. Pertama kali seumur hidup ini merasakan yang namanya Coto Makassar. Ternyata rasanya enak. Sayang lupa di foto saking lahapnya makan. Sekitar jam 11 malam waktu Makassar, saya dan teman - teman melanjutkan perjalanan menuju Tana Toraja. Dengan menggunakan 3 bus, kami semua berangkat menuju Toraja selama 8 jam perjalanan. Sampai di Toraja pagi hari dan langsung menuju penginapan. Setelah istirahat, maka di mulailah kegiatan pertama disana yaitu Diskusi Nasional IMIKI mengenai Penguatan Internal IMIKI. Acara berlangsung sampai malam hari dan memang bertepatan sekali kegiatan IMIKI ini bersamaan dengan malam Natal di Toraja. Selesai kegiatan, kami semua berkumpul di Bundaran Lakipadada di depan DPRD Toraja untuk menyaksikan pesta kembang api di Malam Natal. Biarpun saya tidak merayakan Natal, tapi melihat suasanan Natal yang semarak disana, sungguh suatu pengalaman baru dan menyenangkan. Satu hal yang perlu di tiru dan di teladani dari masyarakat Toraja. Walaupun agama Nasrani menjadi yang mayoritas disana, tapi mereka tetap mengedepankan toleransi beragama. Pada malam Natal, seluruh Gereja ramai untuk menyanyikan senandung pujian pada Kristus, tapi begitu adzan Maghrib berkumandang, suasana Misa Natal menjadi hening sejenak dan lanjut kembali setelah adzan selesai berkumandang. Terulang pula pada adzan Isya. Sungguh suatu teladan yang perlu di teladani terutama bagi kita yang tinggal di kota - kota besar.
Keesokan harinya, perjalanan saya pun berlanjut menuju Londa. Londa adalah areal kuburan batu milik keluarga yang kini sudah di buka menjadi tempat wisata agar pengunjung dapat melihat secara langsung seperti apa tradisi pemakaman yang berlangsung di Toraja yang sudah di kenal keunikannya di dunia. Masyarakat Toraja benar - benar berusaha menyempurnakan kematian. Karena dengan menyempurnakan kematian orang - orang yang mereka sayangi, maka sekaligus mereka juga berbagi kepada masyarakat sekitar. Masyarakat Toraja biasa menyimpan jenazah keluarga mereka di dalam rumah Tongkonan sebelum di kuburkan di tebing - tebing batu. Setelah mereka punya cukup uang, maka kewajiban keluarga yang masih hidup lah untuk mengadakan pesta kematian keluarga mereka yang telah tiada. Tidak lupa pula untuk memotong sejumlah Tedong Bonga (Kerbau khas Toraja) dan juga babi yang nantinya akan di jadikan persembahan dalam pesta kematian tersebut. Menurut masyarakat Toraja, semakin tinggi kasta orang yang akan mengadakan pesta kematian tersebut, maka semakin banyak pula Tedong dan babi yang akan di persembahkan dan semakin menelan biaya yang besar pula. Selain itu, semakin dia bangsawan, maka jenazah tersebut akan di tempatkan di tebing yang paling atas pula. Penjelasan ini juga saya dapat dari seorang ibu yang kebetulan suaminya di makamkan di tebing yang paling atas (artinya dia bangsawan).
Perjalanan saya dan teman - teman berlanjut menuju Ketekesu. Sebenarnya Ketekesu dan Londa tidak jauh berbeda. Sama areal pemakaman untuk orang Toraja. Tapi di Ketekesu ini terdapat rumah - rumah Tongkonan yang dipercaya sebagai rumah Tongkonan pertama yang ada di Toraja ini. Dilihat dari rumahnya juga tampak sudah tua dan atapnya sudah dipenuhi dengan semak - semak. Menurut informasi yang saya dapatkan dari teman - teman saya yang asli Toraja, rumah Tongkonan ini mengambil bentuk dari perahu. Mereka meyakini bahwa dulunya Toraja ini berupa laut dan nenek moyang mereka yang datang pertama ke tempat ini tinggal di atas perahu. Maka dari itu, bentuk dari rumah Tongkonan mengambil bentuk perahu. Ketekesu juga terdapat peti - peti usang yang berisi tengkorak dari jenazah yang sudah lama di letakkan disana. Kalau bisa di bilang sebenarnya cukup menyeramkan juga naik ke atas bukit tapi di sebelah kiri terdapat tengkorak manusia yang berserakan, tapi itu juga satu hal yang menarik menurut saya. Karena memang datang ke Toraja seperti wisata ziarah dan adat budaya.
Perjalanan selanjutnya adalah menjelajah di Batutumonga. Tempat ini adalah daerah dataran tinggi di Toraja. Begitu sampai di puncak, maka kita dapat melihat pemandangan sekitar kota Rantepao. Jalan menuju puncak Batutumonga melewati areal persawahan dan terdapat batu - batu besar di sekitar areal persawahan tersebut. Namun batu - batu itu bukan hanya menjadi objek keindahan di sana, melainkan di manfaatkan pula sebagai warga sekitar sebagai tempat penguburan jenazah keluarga mereka. Batu tersebut di lubangi tengahnya dan di masukan lah jenazah keluarga mereka. Batutumonga sendiri menurut warga sekitar artinya batu - batu besar yang datang dari langit. Ukuran batunya memang luar biasa besar. Perjalanan menuju Batutumonga saya lewati dengan berkendara motor bersama teman - teman. Komentar saya hanya 1, this is the real travelling that i had dreaming. Sampai di puncak, saya, Irwan, Mba Cici, Bang Taro, Bang Opan, Bang Aslam, Mubin, Ipang dan yang lainnya langsung menikmati secangkir kopi toraja hangat sambil melihat pemandangan dari atas seperti berada di Negeri di Atas Awan. Begitu sampai puncak saya berucap, Subhanallah,, Alhamdulilah Ya Allah. Terima kasih atas alam Indonesia yang begitu indah yang telah di berikan pada bumi ini dan saya di beri kesempatan untuk menikmatinya. Sekilas melihat tulisan nama Allah tertoreh di awan. wuah,,, sungguh bersyukur saya. Setelah puas, kembali turun kebawah dengan suasana yang sudah gelap dan jalan licin sehabis hujan dan berkelok - kelok. Tapi inilah pengalaman tak terlupakan menurut saya.
Selanjutnya ada cerita mengenai penjelajahan saya dan teman - teman menikmati eksotisme Bantimurung kab. Maros, Sulawesi Selatan. Dan tidak lupa berwisata kuliner. Tunggu ceritanya besok.
Selamat Menikmati cerita saya.
Saat ini saya ingin berbagi cerita mengenai pengalaman baru saya menjelajah ujung Pulau Sulawesi Desember lalu,,,, let see my story :)
Makassar,,, ibu kota dari Sulawesi Selatan, walaupun kalau di three letter code tiket pesawat lebih di kenal dengan Ujung Pandang. Pertama kali saya menginjakan kaki di tanah Sulawesi dan langsung di sambut dengan hujan besar yang mengguyur seharian. Perjalanan dimulai dari Jakarta, 21 Desember 2011 dengan menaiki Bus menuju Surabaya. Keesokan hari melanjutkan lagi perjalanan dari Surabaya menuju Makassar, 23 Desember 2011 dengan penerbangan pagi. Walaupun masih mengantuk karena jam 6 pagi paling telat sudah harus sampai Bandar Udara Juanda, tapi semangat untuk menuju Makassar. Sampai di Makassar, langsung di jemput Lucky, Devy, Lily dan Indah, walaupun menunggu agak lama. Karena pagi hari perut lapar,, jadi langsung mencoba kuliner unik dari kota ini. Kemudian saya pun mencoba yang namanya Mie Titie yang ada di dekat Unhas. Awalnya sih agak bingung dan aneh liat penampilan Mie Titie. Tapi setelah dicoba, ternyata rasanya enak juga, mungkin karena efek perut yang lapar juga sih.
Setelah itu, seharian di Unhas dan hanya melihat pemandangan hujan yang turun saja. Malamnya saya kembali bersantap Coto Makassar di Paraikate dekat Unhas. Pertama kali seumur hidup ini merasakan yang namanya Coto Makassar. Ternyata rasanya enak. Sayang lupa di foto saking lahapnya makan. Sekitar jam 11 malam waktu Makassar, saya dan teman - teman melanjutkan perjalanan menuju Tana Toraja. Dengan menggunakan 3 bus, kami semua berangkat menuju Toraja selama 8 jam perjalanan. Sampai di Toraja pagi hari dan langsung menuju penginapan. Setelah istirahat, maka di mulailah kegiatan pertama disana yaitu Diskusi Nasional IMIKI mengenai Penguatan Internal IMIKI. Acara berlangsung sampai malam hari dan memang bertepatan sekali kegiatan IMIKI ini bersamaan dengan malam Natal di Toraja. Selesai kegiatan, kami semua berkumpul di Bundaran Lakipadada di depan DPRD Toraja untuk menyaksikan pesta kembang api di Malam Natal. Biarpun saya tidak merayakan Natal, tapi melihat suasanan Natal yang semarak disana, sungguh suatu pengalaman baru dan menyenangkan. Satu hal yang perlu di tiru dan di teladani dari masyarakat Toraja. Walaupun agama Nasrani menjadi yang mayoritas disana, tapi mereka tetap mengedepankan toleransi beragama. Pada malam Natal, seluruh Gereja ramai untuk menyanyikan senandung pujian pada Kristus, tapi begitu adzan Maghrib berkumandang, suasana Misa Natal menjadi hening sejenak dan lanjut kembali setelah adzan selesai berkumandang. Terulang pula pada adzan Isya. Sungguh suatu teladan yang perlu di teladani terutama bagi kita yang tinggal di kota - kota besar.
Keesokan harinya, perjalanan saya pun berlanjut menuju Londa. Londa adalah areal kuburan batu milik keluarga yang kini sudah di buka menjadi tempat wisata agar pengunjung dapat melihat secara langsung seperti apa tradisi pemakaman yang berlangsung di Toraja yang sudah di kenal keunikannya di dunia. Masyarakat Toraja benar - benar berusaha menyempurnakan kematian. Karena dengan menyempurnakan kematian orang - orang yang mereka sayangi, maka sekaligus mereka juga berbagi kepada masyarakat sekitar. Masyarakat Toraja biasa menyimpan jenazah keluarga mereka di dalam rumah Tongkonan sebelum di kuburkan di tebing - tebing batu. Setelah mereka punya cukup uang, maka kewajiban keluarga yang masih hidup lah untuk mengadakan pesta kematian keluarga mereka yang telah tiada. Tidak lupa pula untuk memotong sejumlah Tedong Bonga (Kerbau khas Toraja) dan juga babi yang nantinya akan di jadikan persembahan dalam pesta kematian tersebut. Menurut masyarakat Toraja, semakin tinggi kasta orang yang akan mengadakan pesta kematian tersebut, maka semakin banyak pula Tedong dan babi yang akan di persembahkan dan semakin menelan biaya yang besar pula. Selain itu, semakin dia bangsawan, maka jenazah tersebut akan di tempatkan di tebing yang paling atas pula. Penjelasan ini juga saya dapat dari seorang ibu yang kebetulan suaminya di makamkan di tebing yang paling atas (artinya dia bangsawan).
![]() |
| Replika boneka para jenazah yang di makamkan di Londa. Mereka ini adalah satu keluarga dan mereka juga keturunan bangsawan Toraja. |
Perjalanan saya dan teman - teman berlanjut menuju Ketekesu. Sebenarnya Ketekesu dan Londa tidak jauh berbeda. Sama areal pemakaman untuk orang Toraja. Tapi di Ketekesu ini terdapat rumah - rumah Tongkonan yang dipercaya sebagai rumah Tongkonan pertama yang ada di Toraja ini. Dilihat dari rumahnya juga tampak sudah tua dan atapnya sudah dipenuhi dengan semak - semak. Menurut informasi yang saya dapatkan dari teman - teman saya yang asli Toraja, rumah Tongkonan ini mengambil bentuk dari perahu. Mereka meyakini bahwa dulunya Toraja ini berupa laut dan nenek moyang mereka yang datang pertama ke tempat ini tinggal di atas perahu. Maka dari itu, bentuk dari rumah Tongkonan mengambil bentuk perahu. Ketekesu juga terdapat peti - peti usang yang berisi tengkorak dari jenazah yang sudah lama di letakkan disana. Kalau bisa di bilang sebenarnya cukup menyeramkan juga naik ke atas bukit tapi di sebelah kiri terdapat tengkorak manusia yang berserakan, tapi itu juga satu hal yang menarik menurut saya. Karena memang datang ke Toraja seperti wisata ziarah dan adat budaya.
Perjalanan selanjutnya adalah menjelajah di Batutumonga. Tempat ini adalah daerah dataran tinggi di Toraja. Begitu sampai di puncak, maka kita dapat melihat pemandangan sekitar kota Rantepao. Jalan menuju puncak Batutumonga melewati areal persawahan dan terdapat batu - batu besar di sekitar areal persawahan tersebut. Namun batu - batu itu bukan hanya menjadi objek keindahan di sana, melainkan di manfaatkan pula sebagai warga sekitar sebagai tempat penguburan jenazah keluarga mereka. Batu tersebut di lubangi tengahnya dan di masukan lah jenazah keluarga mereka. Batutumonga sendiri menurut warga sekitar artinya batu - batu besar yang datang dari langit. Ukuran batunya memang luar biasa besar. Perjalanan menuju Batutumonga saya lewati dengan berkendara motor bersama teman - teman. Komentar saya hanya 1, this is the real travelling that i had dreaming. Sampai di puncak, saya, Irwan, Mba Cici, Bang Taro, Bang Opan, Bang Aslam, Mubin, Ipang dan yang lainnya langsung menikmati secangkir kopi toraja hangat sambil melihat pemandangan dari atas seperti berada di Negeri di Atas Awan. Begitu sampai puncak saya berucap, Subhanallah,, Alhamdulilah Ya Allah. Terima kasih atas alam Indonesia yang begitu indah yang telah di berikan pada bumi ini dan saya di beri kesempatan untuk menikmatinya. Sekilas melihat tulisan nama Allah tertoreh di awan. wuah,,, sungguh bersyukur saya. Setelah puas, kembali turun kebawah dengan suasana yang sudah gelap dan jalan licin sehabis hujan dan berkelok - kelok. Tapi inilah pengalaman tak terlupakan menurut saya.
![]() |
| Peti jenazah tua yang tertata rapi di areal pemakaman Ketekesu. Peti jaman dahulu terbuat dari kayu dan bentuk tutupnya seperti atap rumah Tongkonan. |
![]() |
| Masyarakat yang berkumpul di tengah lapang untuk melihat adu Tedong yang biasa dilakukan sebelum upacara Rambu Solo berlangsung. Kegiatan ini sangat menarik perhatian masyarakat sekitar. |
![]() |
| Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) at Ketekesu, Tana Toraja. Minggu, 25 Desember 2011 |
Selanjutnya ada cerita mengenai penjelajahan saya dan teman - teman menikmati eksotisme Bantimurung kab. Maros, Sulawesi Selatan. Dan tidak lupa berwisata kuliner. Tunggu ceritanya besok.
Selamat Menikmati cerita saya.
Selasa, 15 November 2011
Serba Serbi SEA GAMES 2011
Kembali lagi ke dunia blogging setelah lama menghilang dari peredara dunia blogging., sekarang kembali lagi :D
Kali ini sekedar ingin membahas mengenai serba serbi di balik SEA GAMES 2011 ke 26 yang di adakan di Jakarta - Palembang,, dan kebetulan saya pun tergabung dalam kepanitiaan perhelatan olahraga negara - negara se-Asia Tenggara,, suatu kebanggaan yang tidak terlupana bisa tergabung dalam kepanitiaan perhelatan akbar ini (walaupun berstatus LO :D )
Kebetulan saya bertugas di Bandara di bagian Akreditasi,, yaitu bagian yang mengurusi ID Card para peserta
Awalnya sempat berpikir, seperti apa akreditasi itu, sempat mikir bahwa bagian ini tidak terlalu seru dan biasa - biasa saja, tapi ternyata , bagian ini merupakan bagian yang paling seru (walaupun gak bisa ketemu atlet Indonesianya langsung). Pengalaman bekerja di bagian ini menyenangkan karena bertemu dengan banyak orang dan menghadapi berbagai macam konflik dan belajar bagaimana berhadapan dan menangani konflik dengan orang - orang asing (akhirnya ilmu management konflik di organisasi terpakai).
Pengalaman menyenangkan adalah bertemu dengan banyak athlete - athlete dari luar negeri, para orang - orang penting dari federasi olahraga yang di lombakan di SEA GAMES kali ini, team official, para wasit dari berbagai negara dan lain sebagainya, pengalaman mahal dan menyenangkan sekali. Walaupun sebenarnya saya berharap bertemu dengan kontingen dari Indonesia, tapi tidak apalah :)
Namanya juga tergabung dalam kepanitiaan, pasti segala kerepotan dan koordinasi di perlukan dalam tubuh panitia. Setiap pekerjaan ada suka dan dukanya, tapi selama di menjadi panitia SEA GAMES ini jujur saya rasakan adalah perasaan suka yang teramat sangat. Bukan hanya menyangkan dari segi pekerjaannya saja, namun juga menyenangkan dari segi pertemanan, karena dapat menambah jaringan pertemanan, selain itu alasan paling utama pastinya menambah pengalaman (sekalian cuci mata liat kontingen - kontingen yang tampan,, hahaha :D )
Walapun kadang ada orang - orang dari pihak Gapura yang kadang suka banyak minta ini itu, tapi biarlah ini semua jadi kenangan dan cerita sendiri. Pengalaman mahal dan tak terlupakan terlebih cerita panjang untuk anak cucu nanti. Secara psikologis pun akhirnya saya menajdi sensitif setiap mendengar ataupun melihat berita mengenai SEA GAMES 2011. Memang masih banyak kekurangan dan keluh kesah dari setiap kontingen dan bahkan tidak jarang para panitia pun berkeluh kesah mengenai segala kekurangan SEA GAMES 2011.
Tapi menurut saya, SEA GAMES ke 26 yang di adakan oleh Indonesia kali ini tidak seburuk yang mereka kira. Belum tentu yang di Philipine adalah pelaksanaan SEA GAMES terbaik selama ini, belum tentu juga jika Singapore yang mengadakan akan menjadi baik. Selalu ada pandangan objektif dan subjektif, ada pandangan positif dan negatif. Kekurangan dan kelebihan pasti akan menjadi bagian dari setiap penyelenggaraan kegiatan apapun baik perhelatan tingkat nasional, maupun internasional.
Dan pesan terakhir yang ingin saya ungkapkan dalam tulisan ini adalah,, Selamat bertanding dan selamat atas prestasi putra - putri Indonesia yang berjuang demi Merah Putih berkibar,, terima kasih atas jasa kalian terhadap Negeri tercinta ini. Semoga euforia ini bukan hanya saat ini saja, namun juga menjadi semangat mengharumkan nama bangsa selamanya. Setidaknya untuk menunjukan pada bangsa luar, bahwa Indonesia masih memiliki banyak hal yang bisa di banggakan. Terima kasih para pahlawan ku, terima kasih atas prestasi kalian. Kalian lah pelepas dahaga masyarakat Indonesia terhadap kekeringan pemimpin di Negeri tercinta ini. Sekali lagi saya ucapkan, terima kasih :)
Bos dan Manager Akreditasi Dari INASOC SEA GAMES 2011
Team Akreditasi di gate 2D SEA GAMES 2011
Para Escord dari GAPURA yang siap mengasis para tamu dan kontingen yang datang :)
Perempuan - perempuan cantik para LO Akreditasi
Kontingen dari Negara Philipina yang sedang mengurus validasi ID Card mereka di meja Akreditasi (berdasarkan pengamatan selama di bandara, kontingen Philipina adalah kontingen tertampan yang berhasil buat para LO selalu segar dan ceria + kecentilan luar biasa dahsyat,, hahaha, :D )
Beginilah para LO yang sedang repot memvalidasi ID Card para peserta yang datang pasti serombongan
Saya dan teman saya Equine, berfoto bersama athlete Taekwondo dari Philipina (bolehlah sedikit centil :P )
Narsis sedikit dikala menunggu kontingen dari Vietnam yang ternyata DELAY sampai jam 3 pagi (sebenarnya sudah ngantuk, tapi demi tugas, tetap di paksakan terlihat segar)
Banner SEA GAMES 26 yang terpampang sangat besar di terminal 2D dan 2E,, gambar Modo sebagai icon dari SEA GAMES kali ini,,,
Berfoto bersama team dari GAPURA yang menggunakan baju traditional dari beberapa daerah di Indonesia
Kali ini sekedar ingin membahas mengenai serba serbi di balik SEA GAMES 2011 ke 26 yang di adakan di Jakarta - Palembang,, dan kebetulan saya pun tergabung dalam kepanitiaan perhelatan olahraga negara - negara se-Asia Tenggara,, suatu kebanggaan yang tidak terlupana bisa tergabung dalam kepanitiaan perhelatan akbar ini (walaupun berstatus LO :D )
Kebetulan saya bertugas di Bandara di bagian Akreditasi,, yaitu bagian yang mengurusi ID Card para peserta
Awalnya sempat berpikir, seperti apa akreditasi itu, sempat mikir bahwa bagian ini tidak terlalu seru dan biasa - biasa saja, tapi ternyata , bagian ini merupakan bagian yang paling seru (walaupun gak bisa ketemu atlet Indonesianya langsung). Pengalaman bekerja di bagian ini menyenangkan karena bertemu dengan banyak orang dan menghadapi berbagai macam konflik dan belajar bagaimana berhadapan dan menangani konflik dengan orang - orang asing (akhirnya ilmu management konflik di organisasi terpakai).
Pengalaman menyenangkan adalah bertemu dengan banyak athlete - athlete dari luar negeri, para orang - orang penting dari federasi olahraga yang di lombakan di SEA GAMES kali ini, team official, para wasit dari berbagai negara dan lain sebagainya, pengalaman mahal dan menyenangkan sekali. Walaupun sebenarnya saya berharap bertemu dengan kontingen dari Indonesia, tapi tidak apalah :)
Namanya juga tergabung dalam kepanitiaan, pasti segala kerepotan dan koordinasi di perlukan dalam tubuh panitia. Setiap pekerjaan ada suka dan dukanya, tapi selama di menjadi panitia SEA GAMES ini jujur saya rasakan adalah perasaan suka yang teramat sangat. Bukan hanya menyangkan dari segi pekerjaannya saja, namun juga menyenangkan dari segi pertemanan, karena dapat menambah jaringan pertemanan, selain itu alasan paling utama pastinya menambah pengalaman (sekalian cuci mata liat kontingen - kontingen yang tampan,, hahaha :D )
Walapun kadang ada orang - orang dari pihak Gapura yang kadang suka banyak minta ini itu, tapi biarlah ini semua jadi kenangan dan cerita sendiri. Pengalaman mahal dan tak terlupakan terlebih cerita panjang untuk anak cucu nanti. Secara psikologis pun akhirnya saya menajdi sensitif setiap mendengar ataupun melihat berita mengenai SEA GAMES 2011. Memang masih banyak kekurangan dan keluh kesah dari setiap kontingen dan bahkan tidak jarang para panitia pun berkeluh kesah mengenai segala kekurangan SEA GAMES 2011.
Tapi menurut saya, SEA GAMES ke 26 yang di adakan oleh Indonesia kali ini tidak seburuk yang mereka kira. Belum tentu yang di Philipine adalah pelaksanaan SEA GAMES terbaik selama ini, belum tentu juga jika Singapore yang mengadakan akan menjadi baik. Selalu ada pandangan objektif dan subjektif, ada pandangan positif dan negatif. Kekurangan dan kelebihan pasti akan menjadi bagian dari setiap penyelenggaraan kegiatan apapun baik perhelatan tingkat nasional, maupun internasional.
Dan pesan terakhir yang ingin saya ungkapkan dalam tulisan ini adalah,, Selamat bertanding dan selamat atas prestasi putra - putri Indonesia yang berjuang demi Merah Putih berkibar,, terima kasih atas jasa kalian terhadap Negeri tercinta ini. Semoga euforia ini bukan hanya saat ini saja, namun juga menjadi semangat mengharumkan nama bangsa selamanya. Setidaknya untuk menunjukan pada bangsa luar, bahwa Indonesia masih memiliki banyak hal yang bisa di banggakan. Terima kasih para pahlawan ku, terima kasih atas prestasi kalian. Kalian lah pelepas dahaga masyarakat Indonesia terhadap kekeringan pemimpin di Negeri tercinta ini. Sekali lagi saya ucapkan, terima kasih :)
Bos dan Manager Akreditasi Dari INASOC SEA GAMES 2011
Team Akreditasi di gate 2D SEA GAMES 2011
Para Escord dari GAPURA yang siap mengasis para tamu dan kontingen yang datang :)
Perempuan - perempuan cantik para LO Akreditasi
Kontingen dari Negara Philipina yang sedang mengurus validasi ID Card mereka di meja Akreditasi (berdasarkan pengamatan selama di bandara, kontingen Philipina adalah kontingen tertampan yang berhasil buat para LO selalu segar dan ceria + kecentilan luar biasa dahsyat,, hahaha, :D )
Beginilah para LO yang sedang repot memvalidasi ID Card para peserta yang datang pasti serombongan
Saya dan teman saya Equine, berfoto bersama athlete Taekwondo dari Philipina (bolehlah sedikit centil :P )
Narsis sedikit dikala menunggu kontingen dari Vietnam yang ternyata DELAY sampai jam 3 pagi (sebenarnya sudah ngantuk, tapi demi tugas, tetap di paksakan terlihat segar)
Banner SEA GAMES 26 yang terpampang sangat besar di terminal 2D dan 2E,, gambar Modo sebagai icon dari SEA GAMES kali ini,,,
Berfoto bersama team dari GAPURA yang menggunakan baju traditional dari beberapa daerah di Indonesia
Selasa, 16 Agustus 2011
Cerita Kakek Tentang Negeri Bernama Indonesia
Suatu hari, Asfar berkunjung ke rumah kakek,,,
Asfar senang sekali bisa bertemu dengan kakek yang sudah lama tidak ditemuinya
Selain itu, Asfar juga siap mendengar cerita - cerita kakek yang sangat menarik mengenai Indonesia
Kakek memang veteran pejuang Indonesia yang dulu juga ikut menyumbangkan jasanya dalam merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan para Penjajah,,,
"Assalamualaikum,,, Kakek,, Asfar sudah sampai" teriak Asfar dari luar pintu rumah
"Waalaikumsalam,,, wuah,,, lama tidak bertemu kita, hay Pejuang bangsa" balas Kakek
"Apa kek?? Pejuang bangsa?? Asfar kan tidak melawan penjajah kek,, masa sih masih bisa disebut pejuang juga" celoteh Asfar
Namun, sebelum kakek menjawab pertanyaan, Asfar sudah memotong lagi pembicaraan kakek karena Asfar melihat kakek sedang mempersiapkan Sang Merah Putih untuk dipasang,,
Asfar berkata "Kakek, mau memasang bendera Merah Putih yah, mari sini Asfar bantu kek"
Lalu mereka berjalan menuju halaman rumah kakek dengan membawa secarik bendera Merah Putih dan sebuah tongkat bambu untuk bendera.
"Kakek, apa benar pada masa penjajahan dulu para pejuang bangsa ini berperang melawan penjajah bahkan dengan sebilah bambu seperti ini kek??" Tanya Asfar
"Benar sekali, cucuku, dulu para pejuang bangsa ini merebut kemerdekaan dalam segala keterbatasan, bahkan berperang hanya dengan sebilah bambu runcing pun mereka jalani, yang penting bagi mereka, penjajah harus angkat kaki dari bumi pertiwi ini" jelas Kakek,,
"Oh begitu, Oh iya kek, kemarin Asfar membaca sebuah buku di sekolah, di buku itu disebutkan bahwa Soekarno dan Muh. Hatta adalah Proklamator Indonesia, apakah mereka berdua adalah para orang hebat yang dimiliki negeri ini?" Asfar kembali bertanya
"Asfar, Soekarno dan Muh. Hatta adalah dua orang pemimpin hebat, bapak bangsa yang pernah di miliki oleh negeri ini. Mereka berdua bukan hanya sebagai proklamator, namun mereka berdualah yang sudah mengobarkan semangat perjuangan para pahlawan serta pemuda, sehingga para penjajah bisa angkat kaki dari Indonesia kita ini." Kakek berkata.
"Wah, berarti hebat betul para pejuang kita yah kek,, sudah berhasil mengusir penjajah dari negeri tercinta ini, termasuk kakek,, hehehehe,, "
"Mereka bukan hanya hebat Asfar, namun merekalah para pahlawan bangsa, dulu semua lapisan masyarakat siap bertempur melawan penjajah asalkan kemerdekaan dapat kita raih. Semangat juang masyarakat Indonesia tidak pernah luntur, sekalipun darah sudah tertumpah dan nyawa pun jadi taruhannya, buat mereka itu adalah bukti pengorbanan dan kecintaan mereka pada bangsa ini. Asalkan negara ini bisa merdeka demi anak cucu mereka nantinya" Kakek berkata panjang lebar.
"Asfar terharu sekali mendengar pengorbanan para pahlawan kek, mereka semua menginginkan kemerdekaan demi generasi penerus bangsa nanti. Berarti apa yang dilakukan oleh para pahlawan itu, sampai akhirnya kemerdekaan dapat di raih, dirasakan oleh Asfar sekarang dong kek??"
"Iya Cucuku, betul sekali, apa yang dulu kakek dan teman - teman lainnya perjuangkan adalah untuk Asfar dan penerus setelah Asfar. Sehingga Asfar tidak lagi merasakan yang namanya harus berlindung dari para penjajah yang siap meneror dan tidak segan - segan untuk membunuh, ataupun tidak lagi merasakan seramnya perang. Asfar sudah enak sekarang, merasakan Indonesia yang sudah merdeka, bisa sekolah, bisa pulang kerumah dengan tenang dan aman, tidak perlu takut akan peluru - peluru perang seperti dahulu."
"Iya kek, membayangkannya saja, Asfar sudah takut. Hiiiii,, serem,,, Terus kek, bukannya Indonesia dulu sangat hebat dan kuat yah??? Bahkan kalau tidak salah dapat julukan Macan Asia,, tapi kenapa sekarang ini lain kek?? Kenapa banyak kerusuhan dimana - mana?? Banyak orang yang hidupnya makin melarat, Asfar jadi sedih kek melihatnya."
"Asfar, Indonesia adalah negeri dengan ribuan keindahan dan kehebatan yang tidak ada habisnya untuk di syukuri. Bahkan ada seorang penyair yang mengatakan bahwa Indonesia adalah taman belakang surga yang jatuh ke bumi. Indonesia dari dulu sampai saat ini tetaplah negara yang hebat dan kuat. Coba Asfar lihat, berapa banyak kekayaan alam yang kita miliki?? Banyak kan?? (Asfar mengangguk). Itu adalah bukti betapa kayanya negeri kita hidup saat ini. Indonesia dulu memang Macan Asia. Namun, kakek setuju dengan apa yang Asfar katakan tadi, kakek pun sebagai orang yang pernah berjuang untuk bangsa ini, merasakan sedih yang teramat sangat, karena melihat perjuangan yang telah kakek lakukan dengan kawan - kawan pejuang dulu, dirusak seenaknya oleh para oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab dan hanya ingin mengambil keuntungan dari negeri ini, yang justru semakin menyengsarakan masyarakat."
"Asfar, Indonesia sekarang menjadi negara yang terpuruk bukan karena Indonesianya, tetapi karena para pemimpin bangsa ini yang tidak bisa mengemban amanah untuk memimpin negeri. Dulu kita memang para penjajah yang menyengsarakan negeri ini, yang menjajah bangsa ini. Namun sekarang, coba Asfar lihat, Indonesia bukan lagi di jajah oleh Belanda, Inggris, Portugis ataupun Jepang, tetapi Indonesia di jajah oleh globalisasi, modernisasi, bahkan oleh para pemimpinnya sendiri. Ini disebut penjajahan model baru dan penjajahan seperti inilah yang lebih berbahaya. Jangankan Asfar, kakek sendiri terkadang menangis melihat banyaknya kasus korupsi yang dibiarkan semakin merajalela di negeri ini, melihat banyak warga miskin dan warga di perbatasan yang terlupakan oleh Pemerintah kita. Sementara, para pejabat negara, sibuk memperkaya diri mereka dengan pundi - pundi dari masyarakat. Masyarakat kita, banyak pula yang menjadi apatis dan tidak peduli dengan nasib bangsa ini. Bahkan yang lebih menyedihkan adalah generasi muda seperti Asfar dan para mahasiswa yang bersikap apatis terhadap bangsanya sendiri. Justru lebih menganggung-agungkan bangsa dan kebudayaan lain. Itulah yang buat kakek sedih dan menangis."
"Betul sekali kek, Asfar juga berfikiran hal yang sama seperti kakek. Bangsa ini hancur karena ulah para pemimpinnya sendiri, selain itu, masyarakatnya juga tidak bisa memilah arus modernisasi dan globalisasi sehingga mereka menjadi apatis terhadap negeri mereka sendiri. Lalu kek, apa yang bisa Asfar berikan pada Indonesia, supaya Indonesia sembuh dari sakitnya selama ini??" Tanya Asfar
"Asfar, cucuku, yang bisa kamu lakukan adalah mengisi kemerdekaan ini dengan prestasi yang sebanyak - banyaknya. Belajarlah kamu setinggi - tingginya, dan bercita - citalah kamu, menjadi generasi yang dapat meluruskan kondisi Indonesia yang terlihat bengkok saat ini. Isilah kemerdekaan ini dengan semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Tanamkan jiwa dan rasa nasionalisme serta jangan pernah kamu lupa akan akar budayamu. Karena suatu hari nanti, kamu akan mengajarkan nilai - nilai budaya kita yang luhur bagi anak cucumu kelak. Cintai apa yang dimiliki oleh bangsamu, dan peliharalah dengan baik. Dan pesan dari kakek yang harus selalu kamu ingat, jangan pernah kamu menjadi koruptor busuk seperti para pejabat negera saat ini. Karena jika kamu menjadi koruptor, maka kamu sudah mengecewakan para pahlawan dan pejuang bangsa termasuk kakek. Menjadi koruptor sama saja seperti pencuri, namun lebih laknat karena mencuri dari kantong masyarakat sendiri. Jangan pernah pula kamu lupa dengan jasa para Pahlawan bangsa ini. Karena bangsa yang besar, adalah bangsa yang selalu mengingat jasa para Pahlawannya. Jika kamu saat dewasa nanti mengikuti apa yang kakek katakan, insyaallah Asfar akan menjadi pemimpin baru bagi Indonesia yang jauh lebih baik dan dapat membawa Indonesia keluar dari lubang panjang dan gelap saat ini. Mengerti Asfar??"
"(terdiam sejenak sambil menatap kakek) Iya kakek, Asfar mengerti sekarang, Asfar akan belajar sungguh - sungguh untuk meraih cita - cita dan berprestasi sebanyak - banyaknya demi membanggakan Indonesia. Doakan Asfar agar kelak menjadi pemimpin bangsa yang baik bagi Indonesia yah kek, dan terima kasih atas jasa para pahlawan dan kakek dalam meraih kemerdekaan demi generasi Asfar saat ini. OK kek, benderanya sudah siap dipasang nih,, kita pasang benderanya yuk kek, kan besok kita mau menyambut Ulang Tahun Indonesia, 17 Agustusan,, hehehe,, " celoteh Asfar
"Yuk Asfar, nanti keburu sore, benderanya tidak terpasang (dan bendera pun dipasang).
"Wah, gagah sekali yah kek Merah Putih ini, Asfar cinta sekali pada negeri ini, Asfar mau hormat pada bendera dulu ah,,,, (saat Asfar hormat pada bendera, terdengar suara bedug Maghrib tanda saatnya berbuka puasa),, wah kek, udah adzan,,, saatnya buka puasa,, ayo kek kita kedalam dan berbuka,, pasti sudah disiapkan makanan kesukaan Asfar."ajak Asfar.
"Yuk Asfar, kita segera berbuka puasa."
Dan akhirnya mereka masuk kedalam rumah untuk berbuka puasa.
Langganan:
Postingan (Atom)





























